Wallpaper

JIHAD YANG SALAH

Dari para pelaku Bom Bali saya lah yang paling banyak terlibat. Saya ikut perencanaan pembagian tugas, ikut membeli mobil Mitsubitsi L-300 yang mau diledakkan, ikut membeli bahan-bahan bom, orang pertama yang datang di bali saat persiapan pengeboman, yang surve, yang menentukan sasaran, ikut mencari kontrakan rumah tempat meracik dan merakit bom, ikut meracik dan merakit bom, mengajari cara meledakkan bom kepada dua orang yang akan melakukan bom bunuh diri, yang membuat skenario pengeboman, yang membawa dan meledakkan bom di dekat Konsulat Amerika,  yang mengantarkan mobil L-300 yang berisi bom dan dua orang yang akan bunuh diri sampai di Jalan Legian dan yang pulang terakhir dari Bali setelah pengeboman.

Lalu kenapa saya juga yang pertama mengaku bersalah dan menyesal atas keterlibatan saya dalam Bom Bali?

Jawaban saya sebagai berikut:

Pada akhir tahun 2001 Imam Samudera mengajak saya, Abdul Matin dan Amrozi untuk melakukan pengeboman di Bali. Saat itu kami bertiga tidak setuju dengan alasan mengapa tidak melakukannya di Ambon atau Poso saja yang disana sudah jelas ada konflik SARA dan jihad. Karena kami bertiga menolak maka saat itu pembicaraan kami hanya sebatas itu saja.

Pada awal tahun 2002 ketika kakak saya Mukhlas pulang ke Indonesia karena di Malaysia dan Singapura sudah tidak aman lagi atas keanggotaannya di Jama’ah Islamiyah (JI), saat itu saya ingatkan bahwa di Indonesia ini jadi tempat persembunyian yang paling aman dengan syarat tidak usah melakukan aksi-aksi yang bertentangan dengan hukum yang ada. Usulan saya ini juga berdasar karena kitidaksetujuan kawan-kawan kami dalam JI terhadap aksi-aksi jihad seperti pengeboman-pengeboman dan semisalnya. Saat itu juga saya tawarkan, jika kepaksa mau berjihad membalas Amerika dan sekutunya karena sudah menyerang Afghanistan dan banyak membuat kedzaliman, maka kita incar kapal perang mereka yang bersandar di pelabuhan-pelabuhan Indonesia,  nanti kita bom pakai speedboat seperti di Yaman, ini supaya tidak ada pihak lain yang tidak bersalah dalam masalah ini yang ikut jadi korban.

Continue reading

TERBONGKARNYA KAMI SEBAGAI PELAKU BOM BALI

Sejak punya ide melakukan pengeboman di Bali, kawan-kawan sudah menentukan akan menggunakan bom mobil. Maka pada waktu membicarakan tentang pembagian tugas pengeboman di Bali, kami sudah sepakat bahwa nomor rangka dan mesin pada mobil yang akan digunakan harus dihilangkan.

Selain itu, tempat membeli mobil harus jauh dari Solo dan Lamongan, di orang yang tidak mengenal kami dan kami tidak mengenal mereka, dan membelinya harus memakai identitas palsu. Ini semua  bertujuan, jika setelah pengeboman nanti identitas mobil bisa ditemukan dan diketahui oleh aparat yang berwenang maka penyelidikannya akan putus di identitas palsu itu saja–tidak sampai ke Amrozi yang mendapat tugas membeli mobil.

Namun karena diburu oleh waktu maka kesepakatan dalam perencanaan itu kami tinggalkan dan yang penting segera dapat mobil yang mampu membawa beban seberat 1 ton. Akhirnya saya dan Amrozi membeli mobil Mitsubitsi L-300 jenis Star Wagon warna putih bernomor polisi Bali di Desa Brondong, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan yang tidak jauh dari tempat tinggal kami.

Continue reading

BERJIHAD DALAM ARTI PERANG

Ada tiga alasan utama kami memilih jalan jihad.

Jihad adalah perintah Allah yang wajib kami laksanakan.

  1. Kami ingin menegakkan kekuasaan yang berdasarkan hukum Islam, jadi tidak mungkin tanpa dengan jihad karena seluruh dunia sudah ada penguasanya dalam bentuk negara-negara, dan sejarah telah membuktikan banyaknya pihak yang tidak suka jika syareat Allah diterapkan di muka bumi. 
  2. Kami ada kewajiban mengembalikan daerah-daerah yang dulu pernah dikuasai oleh Khilafah Islamiyah, jadi tidak mungkin tanpa dengan jihad karena daerah-daerah tersebut masuk dalam kekuasaan negara-negara.

KE AFGHANISTAN

Ada dua tujuan utama kami pergi ke Afghanistan.

1.    Menjadi sukarelawan jihad Afghanistan.

2.    Melaksanakan kewajiban i’dad, yaitu mempersiapkan kekuatan perang yang akan kami gunakan untuk melakukan jihad dimana saja demi terlaksananya kewajiban jihad dan sebagai alat untuk membentuk kekuasaan.

 

Setelah lulus dari Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Karang Asem Paciran tahun 1991 yang ada di pikiran saya bahwa saya harus mengikuti jejak kakak saya Aly Ghufron.  Pada bulan Agustus tahun 1991 saya berangkat ke Malaysia dan bertemu dengan Aly Ghufron di rumah mertuanya di Johor Bahru.  Perjumpaan kami sangat menggembirakan, karena kami tidak bertemu sudah sekitar enam tahun padahal dialah kakak yang paling dekat dengan saya. Waktu itu saya langsung menyampaikan keinginan saya untuk bisa berangkat menuntut ilmu dan berangkat ke tempat seperti dia pernah berada. Beberapa hari kemudian dia memberitahukan bahwa keinginan saya insya Allah terkabul. Oleh sebab itu saya disuruh untuk mempersiapkan diri, siap fisik, siap mental, siap meninggalkan keluarga, siap mendengar dan ta’at, siap mengikuti semua peraturan dan siap segalanya.

Continue reading

PRO DAN KONTRA ADANYA TERORIS DI INDONESIA

Dibawah ini saya akan menceritakan tentang fakta kami sebagai teroris yang terlibat melakukan aksi-aksi teror, dengan tujuan:

  • Jika semua pihak sudah mengetahui fakta yang sebenarnya tentang teror dan teroris maka harapan saya semua pihak sama-sama berusaha untuk mencegah dan menanggulangi terror dan teroris demi kepentingan bersama.
  • Saya selalu berusaha mencegah agar aksi-aksi teror tidak terulang lagi maka saya harus menceritakan tentang teroris yang sebenarnya.
  • Supaya kami tidak dituduh dengan tuduhan yang tidak sesuai dengan tujuan kami yang sebenarnya yaitu untuk jihad.
  • Karena ada yang menuduh kami adalah pihak yang disusupkan untuk menghancurkan Islam atau menjelekkan citra Islam.
  • Karena ada yang menuduh kami kerjasama dengan agen CIA atau agen yang lain.
  • Karena ada sangkaan bahwa pelaku pengeboman adalah orang-orang yang dibikin oleh intelejen dalam negeri untuk kepentingan politik.

 

Berkaitan dengan masalah ini akan saya akan ketengahkan dua pembahasan yaitu analisa yang tergesa-gesa dan klasifikasi orang yang tidak percaya kami sebagai pelaku pengeboman.

Continue reading

Mukadimah

Bom Bali yang kami ledakkan adalah memberikan banyak dampak negatif termasuk terhadap kami sebagai pelaku dan terhadap perjuangan kami dalam memperjuangkan kebenaran.  Oleh karena itu, sejak saya ditangkap saya serukan kepada kawan-kawan supaya tidak melakukan jihad dengan cara seperti Bom Bali atau semisalnya. Seruan tersebut saya sampaikan juga ke kakak saya Mukhlas dan Amrozi, dan juga ke kawan saya Imam Samudera agar mereka mau bersama-sama untuk melakukan pencegahan, akan tetapi mereka tidak mau dan tetap mengobarkan semangat agar orang lain meniru melakukan jihad yang seperti itu.

Seruan saya tidak dihiraukan, dan justru Bom Bali dan tertangkapnya kami dijadikan penyemangat untuk meneruskan jihad yang semacam itu, maka masih terjadilah aksi-aksi hingga sekarang ini. Masih adanya aksi-aksi tersebut justru menjadikan saya semakin menentang aksi-aksi itu, karena menurut perkirakan saya bahwa jika aksi-aksi seperti itu dilakukan maka akan semakin banyak orang yang menggunakan media jihad sebagai jalan perjuangan yang akan masuk penjara. Ternyata benar, fakta menunjukkan bahwa semakin hari semakin banyak yang masuk penjara karena melakukan kegiatan atas dasar jihad dengan cara seperti itu. Jika zaman Rasulullah pelaksanaan jihad semakin hari semakin membesar, jihad yang dilakukan oleh kawan-kawan ini semakin hari semakin mengecil bahkan habis.

Fakta inilah yang membuat saya semakin gigih untuk mencegah kawan-kawan supaya tidak melakukan aksi yang justru merugikan perjuangan itu sendiri. Masih banyak hal-hal positif yang bisa dilakukan yang tidak bertentangan dengan syareat Islam dan bisa menjayakan Islam dan kaum muslimin. Atas dasar inilah maka dalam setiap kesempatan saya serukan pencegahan tersebut, lewat buku saya ALI IMRON SANG PENGEBOM, lewat mulut ke mulut, lewat media televisi, lewat karya tulis orang lain dan lewat media apa saja. Dan dalam kesempatan ini saya melakukannya lewat situs, hal ini untuk melengkapi media-media yang sudah saya gunakan sebelumnya.

Dengan situs ini saya berharap bisa memberitaukan kepada siapa saja yang ingin tau tentang kami, tentang perjuangan kami, dan tentang keterlibatan kami dengan pengeboman supaya kami tidak dituduh dengan tuduhan yang tidak sesuai dengan tujuan kami. Dengan situs ini saya ingin mengajak kawan-kawan yang meniti di jalan jihad untuk intropeksi terhadap aksi jihad yang telah dilakukan dan agar menempatkan serta melakukan jihad sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para Sahabat. Dan dengan situs ini saya ingin mengajak untuk melakukan kebaikan apapun yang sesuai dengan kemampuan dan fakta saat ini yang bisa memberikan manfaat untuk ummat secara umum dan menjayakan kaum Muslimin.